Viral Warga Protes Kegiatan Ibadah di Gresik Berakhir Damai 

GresikSatu | Buntut video viral warga protes kegiatan ibadah hingga terjadi penghentian doa bersama jemaat Kristiani di wilayah Kecamatan Cerme, Forkopimcam melakukan mediasi dengan pihak terkait.

Dari hasil mediasi di Balai Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan berdamai.

Kapolsek Cerme, Iptu Andik Asworo mengatakan, atas kejadian itu, Forkopimcam Cerme melakukan mediasi di Balai Desa Betiting dengan pihak terkait, Kamis (9/5/2024) malam.

“Camat Cerme bersama Kapolsek Cerme, Kades Betiting dan perangkat berkoordinasi untuk memediasi dan mendinginkan suasana,” ucapnya, Jum’at (10/5/2024).

Hasil mediasi tersebut, lanjut dia, kedua belah pihak saling menyadari dan menerima hasil kesepakatan bersama.

“Kedua belah pihak saling menghormati dan menghargai juga memaafkan apa yang sudah terjadi,” ujarnya.

Andik menjelaskan, kejadian video viral tersebut terjadi sekitar sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (8/5/2024). Bertempat di rumah Manurung RT 11 RW 03 Perumahan Cerme Indah (PCI) Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Gresik telah terjadi penghentian doa bersama jemaat kristiani.

Baca juga:  Berkah Natal, Delapan Napi Rutan Cerme Terima Remisi Khusus Satu Langsung Bebas

Penghentian doa dilakukan oleh sejumlah 3 orang terhadap kegiatan jemaat Kristiani atau kelompok Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Benowo Surabaya, yang diikuti 30 orang.

“Sebanyak 3 orang datang ke lokasi doa bersama jemaat Kristiani meminta untuk menghentikan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Akibat tindakan penghentian tersebut, membuat kegaduhan sehingga sejumlah warga setempat ikut datang ke lokasi sehingga kegiatan doa bersama berhenti.

“Kemudian juga terjadi adu argumen antara jemaat kristiani dan 3 orang warga yang datang ke lokasi tersebut,” tuturnya.

Camat Cerme Umar Hasyim menambahkan, setelah dilakukan mediasi bersama. Permasalahan tersebut sudah selesai damai.

“Masing-masing pihak saling memaafkan dan berdamai,”ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Bakesbangpol) Nanang Setiawan. Bahwa permasalahan tersebut sudah selesai.

Baca juga:  Zainal Abidin Resmi Dilantik Menjadi Kaur Keungan Desa Kambingan Cerme

Kendati demikian, pihaknya masih mendalami persoalan tersebut. Lantaran di tahun 2018 juga pernah terjadi hal yang sama. Namun, saat itu sudah selesai dengan difasilitasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gresik.

“Ini masih kami monitoring dan terus berkoordinasi dengan stekholder terkait. Termasuk FKUB Gresik. Yang jelas yang melakukan protes, warga beda RT dengan lokasi kejadian penghentian doa bersama. Terdiri satu keluarga, terdiri suami istri, dan anak,” tambahnya memungkasi.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video warga Protes kegiatan ibadah viral di media sosial. Video dengan berdurasi sekitar 1 menit 20 detik, memperlihatkan satu keluarga tiba-tiba menganggu aktivitas ibadah jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Benowo pada Rabu (8/5/2024) malam.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, di kawasan perumahan Cerme Indah. Akibat dari protes tersebut, beberapa warga sempat terganggu.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler