Minggu, Januari 29, 2023

Terus Berinovasi, SMP Islamic Qon Gresik Raih Nilai Akreditasi Tertinggi di Jatim

GresikSatu | SMP Islamic Qon terus melakukan inovasi pelayanan pembelajaran kepada siswa. Sekolah dibawah Yayasan Pondok Pesantren Al-Qonaah itu mendapat prestasi akreditasi A dengan nilai 95.

Nilai tersebut merupakan nilai tertinggi di Jawa Timur untuk tingkat SMP pada visitasi (klarifikasi isian instrumen akreditasi) tahap 6. Prestasi Ini tertuang dalam SK Ketua BAN S/M nomor 1385/BAN S-M/SK/2022. 

Atas capaian tersebut, tak lepas dari kinerja para guru dan tenaga pendidik di Sekolah. Hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras dalam mendidik murid.

“Ini prestasi yang sepadan bagi kami. Alhamdulillah sebuah usaha tak akan menghianati hasil,” ucap Kepala Sekolah SMP Islamic Con Sholihah, pada Rabu (26/10/2022).

Baca juga:  Ribuan Siswa SD dan SMP Ramai-ramai Bikin Surat Cinta untuk Bupati Gresik

“Tahun lalu SMP Islamic Con juga terpilih menjadi piloting project kurikulum merdeka,” tambahnya.

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

Bahkan, lanjut dia, Sekolah yang berada di kawasan jalan Rantau GKB ini ditetapkan sebagai sekolah penggerak angkatan pertama. Hasil penilaian setelah satu tahun melaksanakan implementasi kurikulum merdeka, SMP Islam Con masuk kategori level 3 yaitu level Mandiri.

“Tentu menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus bergerak meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar,” terangnya. 

SMP Qon mempunyai Proses pembelajaran tersendiri. Dirancang berdiferensiasi (beragam) model. Misalnya, brainsstorming yang menghasilkan man mapping, Project Based Learning yang menghasilkan karya, Drilling yang menghasilkan pemahaman utuh, serta Evaluation yang menghasilkan skor. 

Baca juga:  US Tingkat SMP Sudah Dimulai, Ada 11 Mata Pelajaran yang Diujikan

“Semua model pembelajaran di atas berbasis project dengan kategori individual project, small group project dan mega project. Setelah itu dilakukan gelar karya dengan mengundang orang tua. Puncaknya adalah terwujudnya karakter profil pelajar Pancasila,” terangnya. (faiz/aam)