Unik! Pemilih Pemula Kakak-Adik di Gresik ini Bernama Dot Com

GresikSatu | Jelang masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, tanggal 14 Februari 2024 nanti. Di Kabupaten Gresik, terdapat nama unik keluarga yang berakhiran Dot Com.

Nama tersebut, datang dari satu keluarga dari pasangan suami istri (Pasutri) Miftachul Arifin (49) dan Tutik Lestari (46) di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik.

Tiga anaknya itu, Salsabila Shofwah Alamak Dot Com (22), Mustaghfirin Nazhmi Ramadhan Dot Com (21), dan Daffa Fawwaz Robbani Dot Com (15).

Dari ketiga  nama tersebut, dua diantara keluarga tersebut sudah terdaftar Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pemilu 2024 nanti. Bahkan ini, kali pertama mengikuti Pemilu.

Salsabila Shofwah Alamak Dot Com mengatakan, kali pertama kalinya bisa mengikuti peserta pemilu.

“Ini baru bertama kali, alhamdulillah sudah punya pilihan Caleg, sampai Presiden,” ucapnya, Sabtu (10/2/2024).

Menurut dia, pernah suatu ketika saat petugas penyelenggara Pemilu datang ke rumahnya. Bertanya tentang keabsahan nama Dot Com.

“Memang ada sebagian warga yang masih belum tahu dan percaya tentang nama akhiran saya Dot Com. Petugas KPU saat proses DCT datang ke rumah dikira itu bukan nama asli. Bahkan Petugas tersebut, meminta KTP dan kk saya. Akhirnya percaya juga,” ujarnya.

Baca juga:  Kisah Dibalik Nama Tiga Anak Bersaudara Berakhiran Dot Com di Gresik

Bahkan, lanjut dia, beberapa warga dan teman sebayanya menyebut panggilan sebutan Dot Com. Karena memang sudah familiar.

“Pernah juga saat kuliah dimarahi dosen karena mengira nama akhiran Dot Com itu nama main-main. Bahkan nama Dot Com di propsal skripsi dan Ijazah saya pernah dicoret. Akhirnya saya protes dan saya berikan bukti KTP dan KK,” terangnya.

Pernah juga saat wisuda, kuliah bulan Januari lalu, lanjut dia, beberapa dosen dan masyarakat kaget tidak percaya tentang nama tersebut.

“Namanya bener apa enggak, dan orang tua saya pun jawab benar apa adanya,” ujarnya.

Perempuan yang baru lulus kuliah di Sekolah Tinggi Wilwatikta Surabaya itu, menjelaskan sebagai generasi milenial tentu harus punya cara pandang dalam memilih pemimpin. Lantaran, banyak diantara kaum milenial ini, hanya ikut-ikutan, dan euforia semata saat masa Pemilu 2024.

Baca juga:  Sebanyak 8.561 Pemilih Pemula di Gresik Belum Rekam E-KTP

“Artinya kaum muda harus tau visi misi, dan program dari pemimpin. Baik itu Presiden, dan Calon Anggota Legislatif,” jelasnya.

Perempuan lulusan Sarjana Seni Rupa Murni itu, juga menilai dalam hal kepemimpinan nanti, juga yang menjadi perhatian hal pengangguran yang masih kerap menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

“Itu mungkin lebih diperhatikan lagi, dan mengendepan kebutuhan masyarakat. Khususnya sektor pendidikan, seni dan budaya harus didukung dan diperhatikan lebih,” harapnya.

Diakuinya, dari masa kampanye ini cukup seru para pendukung Palson Capres-Cawapres, maupun Caleg. Baik di Medsos maupun di lingkungan sosial milenial.

“Ada para para politisi yang direkrut dari  kaum muda dan bernilai edukasi,” imbuhnya.

“Perasaan saya tentunya pertama kali ikut peserta Pemilu deg-degan. Tapi ini kewajib memilih sebagai warga negara. Karena tidak sedikit kaum muda antara apatis bahkan tidak memilih alias golput. Tapi genentasi muda sebagai penentu,” tambahnya memungkasi.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler