Kades Sekapuk Ngotot Gelar Konser Denny Caknan, Meski Tak Dapat Izin Polres Gresik

GresikSatu | Konser Denny Caknan yang akan berlangsung di Wisata Setigi Desa Sekapuk, mendapat penolakan izin dari pihak aparat keamanan. Pihak Polres Gresik bahkan telah melayangkan surat terkait gelaran konser bertajuk Kampanye Anti Narkoba itu tidak dapat dilaksanakan.

Meski demikian, Kades Sekapuk Abdul Halim tetap ngotot acara konser Denny Caknan akan tetap berlanjut sesuai rencana. Yakni acara digelar pada malam hari. Dirinya bahkan siap mendatangkan pihak keamanan mandiri dari desa jika polisi tak mau membantu mengamankan.

“Kami amankan sendiri. Saya pastikan konser anti narkoba Denny Caknan aman. Saya secara mandiri akan menjaga sendiri bersama masyarakat,” katanya saat dikonfirmasi, Jum’at (28/10/2022) malam.

Baca juga:  Kontra Persesa Sampang, Ujicoba Terakhir Grestara FC Jelang Kompetisi Liga 3

Halim memastikan, konser anti narkoba yang mendatangkan artis kondang dangdut pop itu, tetap digelar. Karena pihak penyelenggara acara (event organizer Red) juga melakukan penjualan tiket secara online.

Bahkan tiket pun sempat diturunkan yang mulanya harga tiket termurah Rp 150 ribu, sekarang Rp Rp 99 ribu, sampai harga tiket Rp 165 ribu.

“Ini acara Desa bukan PT, apalagi Perorangan, desa punya kewenangan membina masyarakat, dan meningkatkan ekonomi masyarakat di desa,” urainya. 

Sementara itu, ada beberapa pertimbangan kenapa petugas melarang diadakan konser Denny Caknan di Sekapuk Gresik itu. Menurut Kasat Intelkam Polres Gresik AKP Nurdianto Eko Wartono, pihaknya sebelum melayangkan surat larangan konser, sudah berdialog dengan panitia perihal waktu pelaksaan konser.

Baca juga:  Video Aksi Kocak Siswa SD Bawa Bekal Nasi dengan Lauk Ulat Viral di Medsos

“Kami minta tolong kepada penyelenggara untuk merubah waktu konser di siang hari,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Gresiksatu.com pada Jum’at (28/10/2022). 

Pihak Intel Polres Gresik pun memberi agar konser Denny Caknan dimulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Hal ini mewaspadai adanya kerusuhan jika konser tetap diadakan malam hari. Apalagi konser malam, selama ini belum pernah diadakan di wilayah Ujungpangkah.

“Diberi waktu dua hari tidak merubah waktu konser. Kami keluarkan surat tersebut. Karena kami tidak mau kecolongan seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan,” bebernya. (faiz/aam)

Reporter:
Tim Gresik Satu
Editor:
Tim Gresik Satu
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler