Kronologi Lengkap Pemuda di Gresik Duel Sampai Tewas

GresikSatu | Kasus kematian ADM (17) yang tewas karena duel dengan teman sekampungnya bernama Fahrudin (20) masih menjadi perhatian publik. Pasalnya, tewasnya ADM warga Kecamatan Bungah, Gresik, sempat dikabarkan kecelakaan.

Padahal, faktanya korban tewas karena duel dengan Fahrudin. Kepada media, pelaku pun menceritakan kronologis lengkap terkait perkelahian bersama korban hingga salah satunya tewas.

Dari pengakuannya, sebelum melakukan aksi perkelahian. Pelaku sempat mengolok korban saat mabuk di sebuah warung di Kecamatan Bungah.

Dia mengolok kacamata korban mirip dengan perempuan. Bahkan, dari olokan yang semula hanya bercanda itu, pelaku M Fahrudin terbawa suasana efek minuman keras bersama korban, yang juga teman dekat dan tetangganya. 

Baca juga:  Kasus Dua Murid yang Dianiaya Oknum Guru di Bungah Berlanjut ke Proses Penyidikan

“Terbawa suasana, saat itu saya bercanda, saya cuman ngatain kok kacamatanya bulat seperti perempuan, dia tidak ngomong tiba-tiba saya dipukul dan ditendang, saya emosi,” ungkap Fahrudin, Jum’at (29/12/2023).

Kemudian, lanjut pelaku Fahrudin, dari candaan olokan itu merembet ke adu mulut hingga keluar dari warung. Korban ADM berlari kemudian dikejar oleh tersangka Fahrudin.

Hingga keduanya pun berkelahi. Pelaku sempat mengingatkan kepada korban. Bahaya jika jatuh ke jalan raya karena korban juga mabuk.

Lalu keduanya duel lagi hingga menceburkan diri ke dalam selokan pinggir jalan raya Bungah. Keduanya bermandikan lumpur. Saling baku hantam.

“Sudah gulung-gulung berkelahi di dalam selokan sekitar 15 menitan saja. Iya (kepala korban dimasukkan ke dalam selokan),” jelas Fahrudin. 

Baca juga:  Pemuda Sidoarjo Tewas Usai Dikeroyok Kelompok Pesilat di Gresik

Korban ADM pun kejang-kejang, dia (pelaku) berusaha menolong dan mengangkat tubuh korban namun tidak kuat. Lalu dibantu oleh pengunjung warung di dekat lokasi kejadian. Fahrudin membersihkan diri mandi di warung, sedangkan ADM dimandikan.

Namun saat itu, hahas nyawa ADM tidak tertolong akibat duel di dalam selokan tersebut. Dari hasil otopsi korban, ada lumpur di saluran pernafasan korban.

Fahrudin yang bekerja sebagai kuli bangunan sempat datang ke rumah duka dan minta maaf kepada keluarga korban. 

“Sekarang saya menyesal, atas perbuatan yang saya lakukan,” imbuhnya. 

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler