Money Politic Merebak di Gresik Jelang Pemilu: Tarif Suara Mulai Rp 25 Ribu

GresikSatu | Mendekati Pemilu, Serangan fajar atau money politic mulai beraksi di Gresik. Tarif yang ditawarkan cukup beragam, satu suara paling rendah dihargai sebesar Rp 25 ribu.

Hal tersebut sudah bukan rahasia lagi, bahkan ada yang menanyakan keberadaan serangan fajar. Sebab, belum mendapatkan jatah uang sebagai ganti suara yang diberikan.

Diketahui, serangan fajar ini berlaku untuk caleg yang maju DPRD Kabupaten Gresik, DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPR RI sesuai wilayah pemilihan.

Bahkan, di wilayah Gresik selatan ada serangan fajar dengan bentuk paketan. Tarif ini untuk pemilih mencoblos peserta DPRD Gresik, DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPR RI sekaligus.

“Disini paketan Rp 100 ribu untuk tiga caleg, kalau hitung-hitung ya Rp 30 ribu per caleg,” ungkap seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya, Senin (12/2/2024).

Baca juga:  Kebangetan! Penistaan Agama yang Diduga Dilakukan oleh Geng 4twenty hingga Bakar Al-Quran

Serangan fajar DPRD Gresik di tarif sebesar Rp 50 ribu, kemudian Rp 30 ribu untuk DPRD Provinsi Jawa Timur, serta Rp 25 ribu untuk DPR RI.

Nominal ini cukup jauh dari beberapa wilayah yang memberikan serangan fajar Rp 75 ribu. Uang receh ini menjadi bahan olok-olokan sebab nilainya terlalu kecil.

Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawalu Gresik, Habibur Rohman mengaku belum menerima laporan terkait politik uang, atau intimidasi untuk memilih calon presiden tertentu.

“Hingga kini kita belum menerima laporan pelanggaran seperti itu,” ungkapnya.

Pihaknya bahkan telah menginstruksikan ke semua jajaran, untuk meningkatkan patroli pengawasan selama masa tenang.

“Di masa tenang ini fokus pengawasan semakin diperketat. Mulai dari memastikan tidak ada aktifitas kampanye dalam bentuk apapun, hingga mengimbau ke peserta pemilu melaporkan jika ada dugaan money politik, isu-isu negatif. Bawaslu juga menggelar patroli pengawasan cyber,” pungkas nya.

Baca juga:  Jadi Ruang Cuhat, DPC FSP LEM SPSI Gresik Launching Rumah Buruh 
Reporter:
Chofifah Qurotun Nida
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler