Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Gresik, Korban Dipukul Paving Lalu Mulut Ditusuk Pisau

GresikSatu | Jajaran Satreskrim Polres Gresik bersama Unit Pidum Kejari Gresik menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis yang dialami oleh korban Aris Suprianto (30) warga Dusun Glundung, Desa Pranti, Kecamatan Menganti, Gresik, Rabu (3/1/2024). 

Rekonstruksi yang berlangsung di rumah korban, berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Ada 19 adegan yang dilakukan oleh Kedua tersangka Hengky Pratama Susanto (23) asal Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik, dan Irfan Suryadi (24) asal Desa Tulus Ayu, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan. 

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, ada 19 adegan dalam rekonstruksi pembunuhan sadis, dengan pisau tertancap di mulut. 

“Adegan ke 11 sampai 13, kedua tersangka melakukan pembunuhan. Dengan pisau dan paving balok,”ungkapnya, di rumah korban, Rabu (3/1/2024). 

Baca juga:  Tren Tas Handmade Chunky Bag, Cocok Jadi Referensi Outfit Kekinian untuk Hari Raya

“Tersangka memukul dengan paving dulu, lalu ditancapkan pisau ke mulut korban,” jelasnya. 

Dalam adegan tersebut, lanjut Aldhino, korban sempat melakukan perlawanan dengan pisau. Hingga akhirnya tersangka Hengky melakukan penusukan kepada korban di dalam kamar rumahnya. 

“Sebelum kejadian, korban bersama kedua tersangka hanya ngobrol. Lalu melakukan aksi pembunuhan dengan ditusuk pisau dan paving blok. Korban tidak berdaya setelah dipukul dengan paving blok,” lanjutnya. 

“Tersangka awalnya mau menusuk bagian perut korban, karena korban terus melawan, akhirnya ditusuk bagian mulut,” jelasnya. 

Aldhino menegaskan, kedua tersangka ini memang bermaksud mengambil harta benda milik korban. Karena melihat situasi tidak memungkinkan, kedua tersangka akhirnya nekat membunuh korban. 

Baca juga:  Dua Pelaku Pembunuhan Sadis di Gresik Mulai Jalani Sidang, Jaksa Bacakan Kronologis Lengkap

“Korban sempat melakukan perlawanan dengan alat pisau kepada tersangka saat korban bersama tersangka sedang berkelahi dan melakukan perlawanan,” bebernya. 

Di tempat yang sama, Kasi Pidum Kejari Gresik Bram Prima Putra mengatakan, dari kasus pembunuhan ini, selanjutnya dari pihak penyidik Satreskrim Polres Gresik akan mengirimkan tahap satu pemberkasan ke Kejari Gresik. 

“Lalu kita teliti dalam waktu 14 hari, lalu kita tetapkan P21 untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Gresik,” ungkapnya. 

“Targetnya seminggu sudah dilakukan P21,” jelasnya.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler