Diresmikan! Pembangunan Taman Bunder Gresik Habiskan Anggaran Senilai Rp 1,3 M

GresikSatu | Taman Lalu Lintas yang berada di Terminal Bunder Gresik akhirnya diresmikan pada Rabu (13/12/2023). Tak tanggung-tanggung, anggaran untuk pembangunan Taman Bunder bertema Lalu Lintas ini menghabiskan dana Rp 1,3 miliar.

Area Taman Bunder dan ruang terbuka hijau tersebut nampak cantik disertai lampu taman dan air mancur berwarna warni. Juga beragam kios booth makanan, musholla, dan cafe dengan ornamen termbus pandang (kaca).

Sebelum dibangun, daerah tersebut merupakan kawasan kumuh yang ditempati warkop pinggiran tak berizin. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, dibangunlah kawasan terbuka hijau dan rest area.

Terminal Bunder sendiri memiliki luas sekitar 6.200 an m². Dulunya merupakan kawasan kumuh yang kini disulap menjadi taman bunder lalu lintas dengan menghabiskan anggaran Rp 1,3 M.

Baca juga:  Berkat Inovasi Rak Curhhaat, Warga Sukorame Gresik Dapat Penghargaan Proklim dari KLHK

“Dana tersebut tidak berasal dari APBD, melainkan kolaborasi antara Dishub, DLH dengan memanfaatkan CSR Perusahaan,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan renovasi Taman Bunder tidak menghilangkan fungsinya sebagai terminal angkutan kota tipe C.

“Pembangunan ruang terbuka hijau ini melengkapi keindahan Teminal Bunder tanpa menghilangkan fungsinya sebagai tempat transit,” ucapnya.

Ia berharap hal tersebut berdampak pada kelestarian lingkungan serta kesehatan udara di Gresik, sehingga indek kualitas udara semakin baik. Dan masyarakat dapat berbondong-bondong memanfaatkan tempat tersebut.

“Diharapkan nantinya bisa dimanfaatkan untuk anak usia dini, anak muda, para keluarga, serta lansia. Kami juga menghimbau agar area tersebut dikawal dengan baik, dari tata kelola, sarana prasarana dan sebagainya,” tenangnya.

Baca juga:  Warga Desa Roomo Jadi Korban Penipuan Catut Nama Anggota DPRD Gresik, Kerugian capai Rp 12,6 Juta

Pemkab Gresik terus mendorong pembangunan taman tematik sebagai ruang terbuka hijau serta pertumbuhan ekonomi melalui UMKM Mikro.

Selain itu, pihaknya mendorong penambahan ruang bermain ramah anak (RBRA) di kawasan tersebut, setelah mendapatkan penghargaan teropi utama RBRA di Taman Prambangan. (ovi/aam)

Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler