Minggu, Februari 5, 2023

Era Digitalisasi, Ajang Promosikan Potensi Gresik Melalui Karya Foto

GresikSatu | Di Era digitalisasi, menjadi ajang promosi pengembangan potensi daerah di Kabupaten Gresik. Kemarin, Selasa (08/11/2022) kalangan legislatif mengajak pemerintah untuk berperan aktif dalam melakukan promosi potensi daerah melalui karya foto.

Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar focus group discussion (FGD) dengan tema ‘Kreativitas Millenial Membingkai Gresik dalam Fotografi’ di Ruang Putri Cempo, Pemkab Gresik. 

Saat ini, seni fotografi bisa dilakukan setiap orang yang memiliki perangkat kamera. Dari perangkat kamera, bisa digunakan mengabadikan setiap momen, bahkan menjadi kebutuhan untuk mendukung aktifitasnya sehari-hari. 

“Yang harus diingat produk fotografi bisa menyampaikan fakta. Sehingga foto harus berbicara dan memiliki makna,” ucap Anggota DPRD Gresik Syaikhu Busiri.

Mantan jurnalis era 2005 itu menilai, produk fotografi juga bisa menjadi kontrol sosial. Bahkan, menjadi instrumen yang cukup penting dalam kinerja roda pemerintahan. 

Baca juga:  Rapat Paripurna Nota Keuangan APBD-P 2022, Tekankan Program Berbasis Anggaran

“Karya yang baik tentu merupakan bagian dari kritik dan saran untuk membangun daerah,” jelasnya, Rabu (09/11/2022).

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

Untuk itu, fotografi bisa memudahkan akses mengabadikan situasi. Sehingga menjadi salah satu sumber rujukan dalam pembangunan daerah dan demokrasi. Namun, dalam pelaksanaannya, perlu disertai tanggungjawab moral, agar tidak terbatas pada isi maupun penyampaian informasi saja.

“Seiring dengan berkembangnya arus informasi, sekarang susah membedakan antara fakta dan opini,” tandas politisi PKB itu.

Di tempat yang sama, jurnalis fotografi Sahlul Fahmi menekankan, agar masyarakat tidak asal dalam mengabadikan momen. Namun, perlu memiliki makna agar karya foto mampu menyampaikan sebuah cerita dari hasil foto. 

Baca juga:  Telan 40 Miliar, Proyek Islamic Center di Balongpanggang Gresik Belum Selesai 100 Persen

“Paling mudah dengan memilih sudut pandang. Agar hal unik dan menarik dapat ditonjolkan,” ucapnya. 

Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik itu menjelaskan, foto mampu memperkuat cerita. Bahkan membangkitkan kenangan dari objek yang diambil. 

“Apalagi bertemakan tentang potensi daerah Gresik. Sangat membantu mendukung potensi yang ada dengan memanfaatkan berbagai media sosial dan media massa saat ini,” jelas pria asal Duduksampeyan itu.

Sahlul berharap, pemerintah memberikan wadah bagi pelaku seni. Baik foto, video maupun karya lainnya melalui sebuah kompetisi untuk mengenalkan potensi Kota Santri. 

“Karena hal tersebut sebagau bentuk upaya para pemuda potensial semakin terpacu untuk menghasilkan karya foto yang baik,” tambahnya memungkasi. (faiz/aam)