Selasa, Februari 7, 2023

Gempur Rokok Ilegal melalui Sosialisasi Hingga ke Desa 

GresikSatu | Upaya gempur rokok ilegal terus disosialisasikan hingga ke Desa. Kali ini, Pemkab Gresik melalui Satpol PP bersama Bea Cukai Gresik gelar sosialisasi kepada warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Kamis (17/11/2022). 

Ratusan masyarakat menerima sosialisasi tentang larangan penyebaran rokok ilegal di Balai Desa setempat. Mulai dari pengertian cukai, barang kena cukai hingga Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). 

Penyuluh Fungsional Bea Cukai Gresik Ari Munandar mengatakan, pemerintah berencana akan menaikkan cukai rokok pada tahun 2023 nanti. Untuk itu, kenaikan tersebut untuk mengurangi pengguna rokok di Indonesia. 

“Jadi barang yang ada cukai merupakan barang yang peredarannya ada pembatasan pemakaian dan merusak kesehatan. Seperti rokok,” ucapnya dihadapan masyarakat Sukorejo ibu-ibu, bapak-bapak. 

Baca juga:  Siswa SMANUSA Gresik Deklarasi Anti Narkoba di Hadapan Bupati dan BNN

Hasil dari barang yang dikenakan cukai seperti rokok, tentunya diperuntukkan untuk pembangunan daerah dan negara. Artinya dari masyarakat membeli rokok yang ada cukai, punya kemanfaatan untuk pembangunan di masyarakat. 

“Seperti di Kabupaten Gresik, membantu menunjang fasilitas Puskesmas, subsidi ke petani tembakau, hingga pembangunan Rumah Sakit. Itu semua dari DBHCHT,” jelasnya.

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

Salah satu warga Sohib mengapresiasi langkah pemerintah memberikan sosialisasi ke desa. Paslanya, kendati di Desa Sukorejo jarang ditemukan peredaran rokok ilegal. Dirinya bisa melalukan sosialisasi ke rekan dan kerabatnya tentang larangan rokok ilegal.

“Karena memang rokok tanpa cukai sangat murah. Bahkan dua kali lipat harga jualnya. Namun, itu sangat merugikan negara sektor pendapatan ke negara,” ucapnya.

Baca juga:  Pelebaran Jalan Manyar, Bupati Siapkan Lahan Bagi Warung yang Terkena Relokasi

Sohib bersama warga lainnya juga mendapatkan poster larangan rokok ilegal. Nantinya, dirinya bersama warga akan menyebar luaskan poster-poster ke toko kelontong sekitar desa.

“Kami bagikan ke penjula toko-toko sekitar desa dan pabrik,” imbuhnya.

Turut hadir dalam acara sosialisasi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Satpol PP Gresik Suprapto, Camat Kebomas Jusuf Ansori, Kepala Desa Sukorejo Fatkhur Rokhman beserta warga desa Sukorejo. Para peserta sosialisasi juga mendapatkan souvenir saat sesi tanya jawab. (ADV)