Minggu, Januari 29, 2023

Kisah Pak Pendek Relawan Sopir Ambulance, Penjaga Trafick Light Legundi Gresik

GresikSatu | Menjadi sopir ambulans mungkin bukan cita-cita semua orang. Apalagi setiap waktu harus mengantarkan korban kecelakaan di jalanan. Namun karena dibarengi dengan perasaan ingin menolong sesama, membuat Sulistiyono (56) atau Pak Pendek menggeluti pekerjaan ini.

Pak Pendek begitu banyak orang menyapa dirinya, setiap hari menjadi relawan sopir ambulans yang mangkal di simpang empat Legundi Gresik. Yang membedakan, dari sopir ambulans lainya, Pak Pendek tidak bekerja di bawah rumah sakit. Malainkan berdiri sendiri.

Ia bergagas menyalakan mobil ambulans ketika ada yang meminta pertolongannya. Paling banyak, yang menaiki ambulans nya adalah korban kecelakaan di sekitaran Legundi Gresik. Tidak jarang, ia kerap membawa tangan kosong saat mengantarkan pulang. Lantaran korban tak membawa uang.

“Setiap hari saya di sini, kalau ada keadaan darurat kecelakaan saya tanggap membantu petugas membawa korban ke rumah sakit,” katanya Selasa (27/9/2022).

Pak Pendek, di sela sela aktivitasnya di pos polisi Legundi. Sudah terhitung 10 tahun lebih menekuni pekerjaan tersebut. Bahkan, kakek 4 orang cucu ini, menjalani hari harinya dengan sabar dan ikhlas. Dia menyediakan waktunya selama 24 jam untuk siaga.

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”date”]

Baca juga:  Cerita Sharim, Pelajar Asal Gresik Terpilih Jadi Parlemen Remaja DPR RI

“Pokoknya sewaktu-waktu ada panggilan darurat, langsung meluncur. Tidak peduli siang maupun malam,” ujarnya. 

Dari pekerjaan tersebut, tentu pengalaman suka maupun duka datang silih berganti. Pernah suatu ketika, dirinya pulang dengan tangan hampa. Karena keluarga korban kecelakaan yang dihantarkan tidak punya uang. Padahal, dirinya telah mengeluarkan biaya pembelian BBM.

“Kalau sudah begitu, terus mau gimana lagi. Ya sudah diterima saja. Semoga ini menjadi amalan saya,”urainya.

Selain mengevakusai korban kecelakaan ke rumah sakit. Dia juga kerap diminta tolong polisi mengevakuasi penemuan jenazah, maupun korban tindak kekerasan lainnya.

“Sepanjang saya bisa melakukan. InsyaAllah saya siap dan selalu bersedia,” jelasnya. 

Di sela aktivitas sebagai supir ambulance, Pak Pendek juga menjadi operator pengatur trafick light di perempatan Legundi, Driyorejo, Gresik. Aktivitas ini, dia jalani pada pagi dan sore hari, karena arus lalu lintas sangat padat dan selalu terjadi kemacetan. 

Trafick light Legundi sebenarnya telah dilengkapi pengaturan otomatis. Namun, menurut dia, tidak bisa diterapkan sewaktu-waktu, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Sehingga perlu diatur secara manual, akibat tingginya volume kendaraan. 

“Alhamdulilah. Kemacetan panjang bisa diminimalisir dengan pengaturan secara manual,” tambahnya. 

Sambil mengatur trafick light, Pak Pendek selalu memegang mic pengeras suara. Dia mengajak pengguna jalan agar tertib berlalu lintas. Jangan saling serobot, Jangan melawan arus, Jangan berkendara sambil telpon, Gunakan Helm, Gunakan Sabuk Keselamatan, Jaga Jarak Aman, Atur Kecepatan Kendaraan.

Baca juga:  Masih Berkarya di Usia 62 Tahun, Ini Kisah Ahmad Amaluddin Pengrajin Daur Ulang Koran Bekas 

“Saya hanya mengingatkan saja, supaya pengguna jalan terhindar dari musibah kecelakaan. Karena kecelakaan bisa terjadi tidak disangka-sangka,” kata kakek yang mengaku tidak memiliki ijasah sekolah ini. 

Lebih jauh Pak Pendek menjelaskan, membantu sesama bisa memancarkan kepositifan, kepuasan, kebahagiaan, dan cinta kepada orang-orang lain.

Gresiksatu.com
Info grafis Pak Pendek (Desain : Jalil /Gresiksatu.com)

“Ketika bisa membantu orang lain, saya menemukan senyum dari orang-orang yang terbantu,” urainya. 

Di sela rutinitasnya yang segunung itu, Pak Pendek masih menekuni pekerjaan lamanya sebagai seorang petani. Aktivitas ini, tidak bisa ditinggalkan, karena sudah menyatu dalam dirinya. Namun, pekerjaan petan, biasa dia lalukan pada siang hari. Usai aktivitasnya bertugas di pos polisi. 

“Alhamdulilah hasil bertani lumayan untuk menyambung hidup. Sekaligus refreshing agar tidak jenuh menjalani rutinitas sehari-hari,” kelakarnya.

Pak Pendek berkomitmen akan sealu mengabdikan sisa umumya untuk membantu sesama. Tidak ada kata lelah, karena semua dijalaninya dengan sabar dan ikhlas. “Semoga ini bermanfaat dan menjadi tabungan akhirat saya,” tambahnya memungkasi. (faiz/aam)