Minggu, Januari 29, 2023

Peluncuran Lima Buku Karya Siswa, Jadi Kado Spesial HUT ke-45 SMA Sunan Giri Menganti

GresikSatu | Perayaan resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) SMA Sunan Giri Menganti Gresik ke 45 tahun berlangsung meriah, pada Sabtu (21/1/2023). Ratusan siswa bersama orang tua tumplek blek jadi satu. Beberapa tarian dan hiburan lain dari panitia acara turut membius undangan yang hadir.

Menariknya, dalam momen HUT ke 45 kali ini, sekolah yang mulai berdiri pada tahun 1978 itu meluncurkan 5 buku karangan siswa. Diantaranya, berjudul “Gadis Dari Masa Depan” karangan siswiElysa Nur Rahmawati, kemudian “Seindah Dendam” karangan siswa Ahmad Dimas Nur Fauzi.

Sedangkan dua buku lain berjudul “Learn To Make Women’s Clothing” lalu  “Resep Makanan dan Minuman” karya siswa Tata Boga dan antologi cerpen dengan judul  “Tuhan Tidak Pernah Berbohong”. 

Baca juga:  MPLS di SMA Sunan Giri Menganti, Siswa Baru Langsung Dapat Materi Membatik

Kepala Sekolah SMA Sunan Giri Menganti, Siti Muniroh mengatakan, ada empat event yang turut memeriahkan acara ini. Diantaranya, peluncuruan 4 buku karya siswa, beasiswa siswa berprestasi, dan memasak untuk entrepreunership.

“Sangat spesial menjadi motivasi untuk budaya literasi di SMA Sunan Giri. Harapan kami ingin mencipatakan lulusan yang berkarakter, cerdas dan berbudaya,” katanya, Sabtu (21/1/2023).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gresik Kiswanto mengapresiasi dengan kegiatan yang diselanggarakan oleh SMA Sunan Giri. Menurutnya, sebagai ajang promosi sekolah di Gresik harus punya inovasi agar bisa menarik dan menjadi daya tarik tersendiri.

“Kegiatan ini sangat menarik, selain ada peluncuruan buku, juga dikemas melalui olah pikir dan olah dzikir diolah jadi satu,” jelasnya di hadapan awak media.

Baca juga:  Audina Az-zahra Siswi SMA Sunan Giri, Pembawa Baki Bendera di Gedung Negara Grahadi Surabaya 

Sementara itu, Ahmad Dimas Nur Fauzi siswa yang bukunya ikut diluncurkan mengaku senang, karya tulisannya bisa diabadikan melalui buku. Karya perdananya itu mendapat respon positif dari guru di sekolah.

Pelajar asal Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik itu secara otodidak. Menulis adalah hal baru baginya. Dia sengaja memilih tema percintaan dengan kisah romantisme dan duka cita. Lebih mudahnya buku perdananya bercerita tentang cinta dan kehilangan orang tua.

“Tentang romance, cinta seorang anak. Jadi orang tuanya dibunuh oleh orang lain yang tak lain adalah orang tua kekasihnya. Mereka dipertemukan tidak sengaja dan saling mencintai. Pada ending-nya si cowok itu baru tahu, makanya dibuat seindah dendam,” tuturnya. (aam)