Sejumlah Bangunan Puskesmas Pembantu di Gresik Mangkrak, Ini Penjelasan Dinkes

GresikSatu | Sejumlah bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kabupaten Gresik mengalami kerusakan dan dibiarkan begitu saja alias mangkrak.

Padahal dibangunnya Pustu untuk memperluas jangkauan dan memperkuat layanan kesehatan yang ada. Namun di lapangan, banyak bangunan Pustu yang tidak difungsikan.

Salah satu Pustu yang mangkrak berada di Desa Karangkiring, Jalan Kapten Darmo Sugondo Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Terlihat bangunannya yang dibiarkan kosong dan semakin rapuh, akibatnya pelayanan kesehatan dialihkan ke Balai Desa setempat.

“Memang ada beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) yang rusak ringan, ada beberapa yang rusak berat, ada beberapa yang perlu perbaikan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, Rabu (24/1/2024).

Baca juga:  Jumat Curhat, Cara Kapolres Gresik Jaga Kondusifitas Kamtibmas

Khusnah mengaku juga menyoroti masalah tersebut, namun revitalisasi perbaikan bangunan terkendala status tanah yang ditempati.

Saat ini, pihaknya bersama dengan pihak terkait sedang berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tanah tersebut.

“Ada beberapa kendala, yakni terkait dengan status tanah disaat mau diperbaiki,” jelasnya.

“Jadi, ini masih on progres dengan pertanahan, dengan PMD untuk bagaimana bisa dibangun. Pelan-pelan kita membangun infrastruktur,” tuturnya.

Namun, ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak akan terganggu dan tetap menjadi prioritas utama.

Upaya perbaikan infrastruktur akan terus dilakukan demi menjamin layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Gresik.

“Tidak akan terganggu, kami sedang mecari solusi untuk permasalahan tersebut,” ucapnya. 

Baca juga:  Batas Waktu Kontrak Akan Habis, Progres Proyek Jembatan Klampok Baru 50 Persen

Sementara mengenai jumlah Pustu yang mengalami kerusakan, Khusnah belum memiliki data pasti.

Pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memperoleh informasi yang akurat.

“Saya cek dulu ke lapangan,” pungkasnya. 

Reporter:
Chofifah Qurotun Nida
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler