Duh! Siswi SMA di Bawean Gresik Tewas Gantung Diri di Pohon Mangga

GresikSatu | Sorang remaja putri di Dusun Daun Timur, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean Gresik ditemukan tewas gantung diri.

Kejadian itu pun membuat geger warga kampung. Apalagi korban tewas dengan tali mengikat di lehernya di atas pohon mangga.

Belum diketahui motif yang melatar belakangi siswi SMA Bawean itu sampai mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Dugaan sementara, dilatar belakangi karena asmara.

Adapun identitas korban bernama, Dina Safika (16) asal Dusun Daun Timur, desa setempat. Korban merupakan siswi di sekolah Madarasah Aliyah (MA) Kelas X.

Kapolsek Sangkapura Iptu Anas Tohari mengungkapkan, kejadian siswi gantung diri itu terjadi pada Minggu (21/1/2024) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca juga:  Pemugaran Interior GNI Gresik Habiskan Anggaran Rp 3,8 Miliar

Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dengan tali menggantung di pohon manga yang mencekik lehernya. Saat melakukan gantung diri korban mengenakan kaos blaster hitam putih dan bercelana panjang.

“Pertama kali dilihat oleh saksi Sulhadi hendak pergi ke Pasar Daun. Saksi melihat korban sedang gantung diri di atas pohon mangga,” ungkapnya, Minggu (21/1/2024).

Saksi pun langsung memberitahu kejadian tersebut ke keluarga korban. Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek dan Koramil Sangkapura.

“Dari informasi yang dihimpun tidak ada gelagat aneh sebelum korban mengahiri hidupnya dengan gantung diri,” jelasnya.

Dari kesaksian warga, lanjut Iptu Anas, satu hari sebelum ditemukan gantung diri, korban terlihat hanya mengurung diri di dalam kamar.

Baca juga:  Kementrian Kelautan dan Perikanan Ajak Warga Kembangkan Bawean Jadi Pulau Wisata Bahari

“Korban keluar dari kamar hanya untuk makan dan ke kamar mandi saja,” beber mantan Kanit KBO Binmas Polres Gresik itu.

Dugaan kuat tambah Anas, korban melakukan bunuh diri dengan barang bukti tali kain dan tali tampar yang digunakan.

Kendati demikian, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif dari kejadian tersebut.

“Motifnya masih kami selidiki. Kedua orang tua korban ada di Batam, korban tinggal bersama kakaknya,” tambahnya.

Atas kejjadian itu, ia berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk pemeriksaan tubuh korban. Hasilnya tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hanya di temukan luka bekas jeratan di leher,” jelasnya.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler