Mirip Sirkuit Offroad, Proyek Jalan Poros Tengah Pulau Bawean Gresik Dikeluhkan

GresikSatu | Warga Dusun Candi, Desa Peromaan, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean protes atas proyek jalan poros tengah yang masih molor dikerjakan.

Jalan tersebut bahkan mirip jalur sirkuit offroad, karena sulit dilintasi. Ditambah, kondisi musim hujan membuat jalan sulit dilintasi.

Hal tersebut, membuat akses keluar warga setempat terkendala. Lantaran proyek dari APBN yang dikerjakan oleh PT Timbul Persada masih penuh material tanah.

Salah satu warga setempat Muttaqilah mengatakan, rencana proyek ini selesai akhir Desember 2023 lalu. Atau 133 hari sejak tanggal 21 Agustus 2023.

Artinya proyek tersebut jika selesai tepat waktu pada tanggal 1 Januari 2024 lalu. Namun, saat ini masih proses pengerjaan pemasangan paving. 

“Jalan masih berlumpur dan sulit diakses. Kalau begini terus bisa-bisa warga tidak bisa keluar Desa,” ungkapnya, Rabu (17/1/2024). 

Selain warga lanjut dia, para guru yang sedang mengajar di Dusun setempat juga mengalami kendala akses ke sekolah. 

Baca juga:  Peringatan HUT Pemkab Gresik DLH Gresik Kampanye Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

“Kita sebagai warga hanya mengeluh, kenapa proyek jalan tersebut dikerjakan saat masuk musim hujan,”tandasnya. 

Pihaknya berharap, nantinya proyek pemerintah di Pulau Bawean dikerjakan saat sebelum musim hujan. Khususnya di area pegunungan. 

“Semoga nanti dari pihak proyek bisa mengatasi hal tersebut. Mengingat masa kontraknya juga habis. Seharusnya kan dikebut,” tambahnya.

Sebelumnya, proyek jalan tersebut juga dipotes warga. Lantaran warga menuding proyek tersebut dilakukan tidak profesional.

Anggota DPRD Gresik Musa mengungkapkan, pihaknya banyak menerima keluhan warga tentang proyek yang bersumber dari APBN 2023.

Salah satunya, protes warga yang membongkar tumpukan paving di jalan Labuhan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, terjadi pada Minggu (26/11/2023) lalu.

Disana warga protes membawa beberapa poster tuntutan atas proyek yang menbuat warga resah.

Baca juga:  Serunya Melihat Sirkuit Extrem Offroad di Gunung Bathang Ngargosari Gresik

“Proyek ini jangan sampai mengorbankan warga, andai lebih profesional seharusnya tidak berlarut, khususnya jalan yang berdekatan dengan pemukiman,” ungkapnya.

Sekedar informasi, proyek jalan poros tengah dan jalan lingkar Bawean sebagai berikut. Untuk Tambak – Diponggo dilebarkan, yang sebelumnya 3,5-4 meter menjadi lebar 5 meter. Kemudian panjangnya 4,4 kilo meter.

Dengan anggaran HPS Rp 28 M, setelah dilakukan lelang, pemenang tender PT Timbul Persada Jalan Pramuka, VI Kelurahan Sidorejo, Kabupaten Tuban. Dengan harga penawaran dan tekoreksi Rp 22 M.

Sedangkan untuk jalan poros tengah Bawean, Tanjungori – Peromaan juga dilebarkan. Yang awalnya 2-3 meter menjadi 4 meter. Panjang penanganan 3,4 kilometer.

Dengan anggaran HPS Rp 22, 8 M. Dimenangkan oleh tender yang sama PT Timbul Persada. Total anggaran 44, 8 M.

Reporter:
Mifathul Faiz
Editor:
Aam Alamsyah
Rekomendasi Berita

Advertisement

Terpopuler