Senin, Januari 30, 2023

Tanamkan Ideologi Pancasila, Santri Al Azhar Diajak Kenali Model Cuci Otak Bahaya Paham Radikal

GresikSatu | Untuk menumbuhkan ideologi Pancasila, santri SMA Al Azhar Menganti, Gresik diajak mengenal model dakwah cuci otak yang dilakukan kelompok paham radikal.

Untuk itu, para siswa diminta mewaspadai model dakwah kelompok radikal. Utamanya saat siswa sudah melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi. Caranya dengan menyakini Pancasila sebagai ideologi negara sifatnya final.

Bertempat di Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti, Rabu (22/6/2022). Pimpinan redaksi online GresikSatu.com, Ashadi Ikhsan menjadi pembicara Seminar Hari Pancasila 1 Juni 2022. Turut hadir, dalam kegiatan para santri Kelas XI dan XII SMA Al Azhar.

Ashadi menekankan akan bahaya kelompok radikal. Bahkan saat diperkirakan sudah menyebar dan tumbuh subur di beberapa kampus.

“Biasanya mahasiswa baru yang dibidik. Target mahasiswa yang dicuci otaknya adalah mahasiswa berprestasi, dan pendiam,” ungkapnya, Rabu (22/6/2022).

Baca juga:  Hebat, SMK Al-Azhar Menganti Sabet Juara Satu Car Panting Wilker

[penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”Baca Juga ” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”1″ style=”list” align=”none” withids=”” displayby=”tag” orderby=”rand”]

Para santri SMA Al Azhar jelas Ashadi, harus berhati-hati dan bisa mempertahankan aqidah ahlus sunnah wal jamaah. Salah satunya di Pesantren Al Ikhsan banyak ditumbuhkan kepada santri tentang hal-hal yang berhubungan dengan nilai-nilai kebangsaan maupun Islam Aswaja alias NU.

Ashadi mengilustarsikan antara kebangsaan dan keagamaan. Dengan cara pandang jam’iyah NU atas finalnya Pancasila sebagai dasar negara. “Bahkan, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari melalui KH Wachid Hasyim ke peserta sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) minta frase Piagam Jakarta yang menyebut “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” dihapus,” paparnya.

Baca juga:  Empat Siswa MTS Al-Azhar Menganti, Sabet Emas di Olimpiade Sains Nasional

“Kemudian diganti dengan frase Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, KH Hasyim Asy’ari melihat Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika, bukan hanya Islam. Tetapi, ada Hindu, Budha, Nasrani, dan Protestan,” tambahnya memungkasi.

Sementara itu, Kepala SMA Al Azhar Menganti, Drs Nuriphan menyatakan, momen peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai dasar negara kepada santri. Untuk itu santri harus paham ideologi pancasila.

“Dengan membaca sejarah ulama dan Kiai yang juga membawa Indonesia merdeka. Santri harus menghargai jasa itu. Makanya jangan sampai santri melupakan jargon Jas Hijau (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama),” tegasnya. (faiz/aam)